Golkar Condong Ke SBY


JAKARTA- Partai Golkar terindikasi akan bergabung ke kubu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Prediksi itu muncul setelah Jusuf Kalla yang maju bersama Wiranto, sesuai hitung cepat, kalah dalam Pilpres 2009. Peneliti ICW Emerson F Yuntho melihat, jika itu benar-benar terjadi parlemen akan terlalu kuat.  Untuk menjaga keseimbangan parlemen dalam melakukan check and balance terhadap jalannya pemerintahan ke depan, pengajar hukum tata negara Universitas Andalas Saldi Isra meminta, Golkar tidak ikut-ikutan merapat ke partai koalisi pendukung SBY-Boediono.

”Jika Golkar bergabung, maka pemerintahan akan dominan sekali. Koalisi jadi terlalu oversize. Risikonya pemerintah akan mudah terdorong jadi pemerintahan otoriter, karena jika demikian tidak akan ada lagi check and balance,” kata dia.

Jika Golkar merapat ke SBY-Boediono, maka minimal 70 persen kursi parlemen akan dikuasai partai pendukung pemerintah. Menurut Saldi, hal ini tidak sehat bagi sistem demokrasi yang menuntut check and balance.

Emerson juga melihat jika parlemen terlalu kuat, akan berpeluang melemahkan upaya pemberantasan korupsi. ”Parlemen besar semoga dimaksudkan bukan untuk menunda atau melemahkan pemberantasan korupsi,” kata dia, kemarin.
Dari awal, ICW melihat belum ada komitmen yang jelas dari partai politilk soal pemberantasan korupsi.

Selama ini, langkah-langkah yang terlihat hanya sebatas wacana lewat ucapan lisan. ”Susah ditebak bagaimana agenda mereka, selama ini arahnya masih diawang-awang,” katanya.

Dia menilai, dominasi yang terlalu kuat di parlemen dan pemerintahan akan menciptakan suasana kekurangkritisan. Bahkan bisa jadi akan terjadi saling melindungi terutama dalam hal-hal yang berhubungan soal pelanggaran, khususnya korupsi.

Menurut Saldi Isra, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya sekedar kebesaran hati tetapi keberanian SBY yang diprediksi sebagai presiden terpilih, untuk menolak Golkar. Sebab, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih sesuai dengan visi misinya, SBY juga harus peduli akan fungsi check and balances ini.

”Ini juga menyangkut komitmen pemerintahan yang bersih yang selalu dikatakannya,” tegas Saldi. Sebaliknya, menurut Saldi, Golkar sebaiknya juga tidak selalu berpikir merapat ke kekuasaan. Sebab, merapat kepada pasangan SBY-Boediono tidak akan selalu menguntungkan bagi eksistensi partai ke depannya.

”Eksistensi Golkar juga harus diperhatikan jika bergabung dengan SBY-Boediono,” katanya. PDI-P juga menyayangkan jika Golkar merapat ke Demokrat.

Menurut anggota Dewan Pembina PDI-P Taufik Kiemas, jika partai berlambang beringin itu hebat, seharusnya berani menjadi oposisi sebagaimana yang dilakukan PDI-P saat ini.

”Kalau Golkar hebat, kita sama-sama dong. Nanti kita bermain di parlemen,” kata dia di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta.

Kalaupun Golkar tidak mau menjadi oposisi, PDI-P tetap percaya diri menjadi pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Bersama Gerindra, PDI-P akan menjadi oposisi yang kuat.

Sebagaimana diketahui, tim kampanye nasional Jusuf Kalla-Wiranto, Fahmi Idris berpendapat, Golkar tidak memiliki pilihan lain kecuali mendekat ke Partai Demokrat. Menurut Fahmi, Golkar akan linglung bila jadi partai oposisi karena tidak punya pengalaman.

Juru bicara Timkamnas JK-Wiranto, Indra J Piliang juga mengatakan, ”Berbahaya apabila Pak JK berseberangan dengan SBY, apalagi kalau pak JK mundur dari wapres, stabilitas negara tidak terjaga. Bila terjadi posisi politis JK akan liar karena sebagian besar anggota DPR dari Golkar loyal ke JK. Ini akan memunculkan instabilitas baru.’’

Sumber : Suara Merdeka 12 Juli 2009

About nano|ezzy
SuKa MeNyeNdiRi, SuKa BeReKspLoRasi, SuKa aNeH-aNeH, SuKa iSeNg, SuKa BeRfaNtaSy, SuKa MaeN gaMe, SuKa MusIk,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: